Kamis, 11 Februari 2010

Keajaiban Besi dalam Alquran


” Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.”
Qur’an surah Al-Hadiid 57 : 25


Karakter pertama yang menarik perhatian adalah secara intrinksik artinya. “Kami turunkan besi”, sebagaimana terjemahan “Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)”. Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

jawaban nya adalah : "YA, BESI DITURUNKAN DARI LANGIT MELALUI METEOR-METEOR" unsur besi tidak begitu saja ada di bumi, besi tidak dapat dihasilkan oleh bumi, bahkan matahari dalam tatasurya kita tidak mendukung untuk terciptanya unsur Besi.

Besi diciptakan dari benda padat yang ditempa elah panas jutaan derajat celcius jauh diatas suhu yang dihasilkan oleh matahari kita. Artinya matahari kita ini tidak mampu untuk membuat unsur besi.lalu dimanakah unsur besi di ciptakan...?? unsur besi diciptakan oleh sebuah proses peledakan Bintang (supernova), Kejadian supernova (peledakan bintang) menghasilkan panas jutaan derajat celcius, pada saat inilah unsur Besi tercipta, dan saat terjadi ledakan besi tersebut terlempar melayang di luar angkasa yang pada akhirnya jatuh ke Bumi sebagai meteor.


Sisa ledakan supernova yang terekam oleh satelit

Maha Benar Allah Dengan segala Firman Nya,
bahwa Besi adalah diturunkan dari langit.

Ini adalah sebuah bukti bahwa Alquran adalah benar Firman Allah SWT, Allah maha mengetahui dan maha kuasa atas segenap kejadian di bumi dan di langit.

Subhanallah.

( dari karya-karya Harun Yahya )

Jumat, 05 Februari 2010

Biasakanlah memproduksi pikiran yang bagus



Otak adalah produk pikiran, pikiran baik dan pikiran buruk, ibarat sebuah program searching engine, saat kita ketikan kata kunci, maka dia akan menampilkan apapun yang sesuai dengan kata kunci tersebut. Misalnya kita ketik "management" maka beberapa detik kemudian secara otomatis akan menampilkan semua file yang berhubungan dengan kata management.

Otak kita pun sama, saat kita berpikir pesimis, maka secara otomatis otak kita pun akan mencari alasas-alasan kenapa hal itu susah dilakukan.

Tetapi bagi orang yang selalu Optimis dikala menemukan suatu masalah, maka secara otomatis akan mencari alasan kenapa hal itu mampu dilakukan, dia akan ingat teman nya yang ahli di bidangnya yang bisa diminta bantuan, dia akan mencari referensi di buku, tidak masalah hal tersebut di dalam ataupun diluar batas kemampuannya.

Dikala susah pagi para pesimistis otak mereka secara otomatis akan menghasilkan produk pikiran-pikiran yang menerangkan bahwa hal itu memang susah dilakukan, dia akan ingat kegagalan terdahulu, dia akan memikirkan resiko yang berlebihan, dia merasa dirinya tidak mampu, dia akan meratapi kesusahan yg diderita, dia akan mendengarkan lagu2x yang sedih, dia akan curhat, dan dia akan menyalahkan orang lain bahkan Tuhan. Dan yang pasti dia akan terpuruk...!!

Ciri2x orang pesimistis:
1. Suka Curhat yang tidak proporsional.
2. Mencari dukungan utk mewajarkan ketidakmampuannya.
3. Selalu bicara kegagalan.
4. Selalu berbicara resiko yg berlebihan.

5. Suka mengeluh.
6. Suka berteman dengan para pengeluh lainnya.

Ciri2x orang optimis:
1. Suka Diskusi membahas solusi permasalahan.
2. Suka berteman membangun jaringan
3. Selalu bicara prospek.
4. Selalu berbicara hasil daripada resiko.
5. Jarang mengeluh melainkan selalu bersyukur.

6. Suka berteman dengan orang2x berhasil.

Nah anda termasuk yang mana...?????
search engine di otak anda terbiasa dengan kata kunci yang mana? pesimis or optimis..???


Rabu, 03 Februari 2010

Karakter yang baik

Sikap lembut rendah hati, dan tidak mudah marah adalah sikap yang di sukai di hadapan ALLAH SWT, Firman Allah : ‘’ sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung ‘’ (QS al-Qalam : 64 ) dan ‘’ orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan ‘’
(QS. Ali Imran : 134 ).
Bukhari dan Muslim dari `Abdullah bin` Amr, RA, meruwayatkan bahwa," Rasulullah SAW,. pernah berkata, ‘'Di antara mereka yang paling disukai untuk saya adalah mereka yang memiliki karakter terbaik. "
Yang dimaksud dengan karakter yang baik adalah kecenderungan jiwa terhadap tindakan baik dan terpuji. Manusia yang memiliki sikap baik dan terpuji senantiasa dia tunjukan dalam tindakan kesehariannya baik itu hubungannya dengan Allah SWT ataupun terhadap hubungan sesama manusia. Dalam kasus yang pertama, para hamba Allah telah terbuka hatinya menyambut perintah-perintah Allah SWT dan siap menjauhi semua larangan-Nya, dia melakukan apa yang Allah SWT perintahkan kepadanya dengan sungguh-sungguh, dan mejahuhi dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT tanpa merasa terbebani. Ia suka melakukan tindakan yang baik dan terpuji, dan dalam memutuskan sesuatu selalu didasarkan niat Karena Allah, semuanya dia lakukan dengan mudah dan niat yang ikhlas. Ketika ia berhubungan dengan orang lain, ia sangat toleransi dan tidak merasa bahwa dirinya paling benar, tidak pernah memaksakan kehendak pada orang lain; tetapi dia cenderung lebih meringankan beban orang lain.
Banyak hal yang mungkin dialami dalam hidup ini terutama di kehidupan keseharian dalam berinteraksi dengan orang lain, kadang kita mengalami hal-hal yang tidak mengenakan seperti perlakukan merasa tidak dihormati, penghinaan fitnah dll, segala bentuk dan semua kasus yang serupa, bagi orang yang memiliki sikap baik tidaklah membuatnya marah, atau berusaha untuk menghukum dan membalas dengan perlakuan yang sama walaupun dia mampu melakukannya, dan menanggapi masing-masing dari mereka dengan kebaikan dan kesalehan, karena baik buruk Allah SWT lebih berhak untuk menilai . Dari segi kejiwaan orang seperti ini hidupnya lebih tenang tidak pernah dia merasa gusar atau tertekan dengan perlakukan orang lain, dalam lingkungan pekerjaapun dia merasa nyaman dan terhindar dari segala bentuk persaingan tidak sehat.dia senantiasa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik ( amanah ).
Dalam bergaul di di rumah atau di lingkungan kerja dia mengangap bahwa manusia itu satu sama lain adalah bersaudara, dia akan selalu menepati janji , memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan dan selalu mendoakan orang lain yang sakit atau tertimpa musibah tidak memandang apakah orang yang diberi bantuan itu atau di doakanya pernah berbuat yang tidak baik terhadap dirinya.
Karakter yang baik tidaklah lahir dengan sendirinya, itu semua didapat dari proses belajar dan membiasakan diri, dari lingkungan usahankanlah untuk lebih banyak bergaul dengan orang baik ( akhlakul kahrimah ), maka karakter yang baik akan tertanam dan berakar kuat dalam diri kita. Kesimpulanya bahwa semua bentuk usaha, sikap dan perilaku harus didasarkan pada keimanan kepada Allah SWT semata, Allah SWT lebih berhak dan maha tahu mana yang baik dan buruk di sisi-Nya, jangan mengumbar amarah.dan hawa nafsu karena manusia yang terbaik di mata Allah SWT hanyalah berdasarkan ketaqwaanya.

Sukses selalu …